Karya Mahasiswi STKIP PGRI Sumbar, Batang Buah Naga Jadi Sumber Listrik

Berbekal alat sederhana, empat mahasiswa STKIP PGRI Sumbar, yakni Kurnia Wulan Sari, Indri Dwi Lelita Sari, Mike Andam Sari, dan Karlin Marta Puri, berhasil menjadikan batang buah naga sebagai sumber arus listrik.

Kelompok ini berasal dari tiga orang mahasiswa Pendidikan Biologi, dan satu orang Pendidikan Fisika.

Kurnia Wulan Sari sebagai ketua Program Kegiatan Mahasiswa menjelaskan, penelitian ini dilakukan karena melihat banyak petani buah naga yang hanya mengambil buahnya saja, sedangkan batangnya seringkali dipangkas dan tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Kebanyakan petani hanya mengambil buahnya saja, untuk batang buah naga biasanya dipangkas dan hanya menjadi limbah. Oleh karena itu kami ingin memanfaatkan limbah tersebut untuk dijadikan sesuatu yang berguna,” ujarnya .

 

Ia menambahkan, buah naga dipilih karena sebelumnya sudah ada penelitian di Yogyakarta mengenai salah satu jenis kaktus yang bisa menghantarkan listrik. Maka dari itu, mereka mencoba mencari objek lain dengan genus yang sama dengan kaktus, dan akhirnya dipilihlah batang buah naga.

Dalam penelitian ini, kata Kurnia, alat-alat yang dibutuhkan cukup sederhana yaitu batang buah naga, kabel positif negatif, lempeng tembaga, dan lampu LED. Untuk menghidupkan lampu LED dibutuhkan sebanyak 3 batang buah naga.

Rangkaian listrik dilakukan dengan cara menancapkan dua buah lempeng di setiap batang buah naga dengan posisi selang seling, tujuannya agar arus yang didapat lebih banyak.

“Kalau menggunakan satu rangkaian saja itu hanya bisa menghasilkan 0.54 volt, makanya kami tambahkan dua cabang lagi hingga menghasilkan arus 3,52 volt, karena untuk satu lampu LED memerlukan arus sebanyak 3 volt agar bisa menghidupkan,”ucap Kurnia

Selain untuk pemanfaatan limbah, kegiatan ini juga bermanfaat bagi petani karena bisa membantu proses penyerbukan. Kurnia menjelaskan, malam hari lampu tersebut akan menarik perhatian serangga sehingga nanti akan membantu proses penyerbukan dari buah naga itu sendiri.

Lebih lanjut kurnia menambahkan, penelitian ini dilakukan sejak bulan April yang lalu. Untuk ke depannya ia bersama tim berencana mengembangkan penelitian tersebut, tak hanya sekedar menghasilkan arus, tetapi bagaimana arus listrik yang dihasilkan bisa disimpan dan dipakai dalam waktu yang lama.

“Rencana pengembangan ada, kami juga sedang memikirkan bagaimana cara menyimpan arus tersebut agar bisa dipakai dalam kurun waktu yang lama. Disamping itu kami juga ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan jumlah besar arus pada batang yang memiliki buah dengan batang yang tidak memiliki buah. Selain itu juga antara batang yang langsung ke akar dengan cabangnya apakah ada perbedaan arus,”tuturnya

Copyright @ 2018 ICT STKIP PGRI Sumbar, All right reserved